Archive | ikan gabus RSS feed for this section

PUJIMIN

29 Sep

http://pujimin.net/

Albumin dengan kandungan protein tinggi sangat penting bagi kesehatan Anda.

KHASIAT & KEGUNAAN :

* Meningkatkan kadar Albumin dan daya tahan tubuh.
* Mempercepat proses penyembuhan pasca operasi.
* Mempercepat penyembuhan luka dalam/bakar.
* Membantu proses penyembuhan pada penyakit :

Stroke, Hepatitis, TBC, Diabetesm, Thypus, Patah Tulang, Gastritis, ITP, HIV, Septis, Thalasemia Minor, Nephrotic Syndrome, Tonsilitis, dll.

* Menghilangkan pembengkakan (oedem)
* Memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak dan ibu hamil.
* Membantu penyembuhan Autis.

DEPKES RI TR : 083375071
MANFAAT PUJIMIN Kapsul Albumin BAGI TUBUH

· MENAMBAH ALBUMIN DALAM TUBUH

PUJIMIN Kapsul Albumin dapat menambah kadar albumin dalam tubuh, tanpa perlu khawatir kelebihan albumin, karena terbuat dari bahan alami sehingga apabila kelebihan akan diekskresi dengan sendirinya oleh tubuh tanpa efek samping serta aman untuk penderita kolesterol karena mengandung asam lemak tak jenuh dan aman untuk penderita ginjal.

· DIABETES MILITUS

PUJIMIN Kapsul Albumin dapat memperbaiki jaringan sel pancreas yang mulai rusak sehingga organ pancreas dapat tetap menghasilkan hormone Insulin. Sehingga kadar Insulin dapat kembali normal dan dapat membantu menstabilkan kadar gula dalam darah bagi penderita Hipoglikemi.

· MENGURANGI RESIKO JANTUNG KORONER

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung Allysin untuk menurunkan kadar lemak dalam darah dan trigeserida serta untuk menurunkan kadar Homosistesin sehingga mengurangi resiko terhadap serangan jantung, stroke dan penyempitan pembuluh darah. Selain itu PUJIMIN Kapsul Albumin ini juga mengandung Prolin yang berfungsi untuk menguatkan otot-otot jantung.

· KANKER

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung zat aktif Allyl Sulfide yang dapat menghambat pertumbuhan hormone pemicu tumbuhnya sela kanker pada tubuh serta merangsang sel-sel yang sehat untuk regenerasi sehingga bisa mengganti sel-sel yang rusak/mati.

· HEPATITIS

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung Asam Amino Esensial Lengkap dan Mineral untuk memperbaiki jaringan pada hati dengan cara mempercepat regenerasi sel hati dan kandung empedu. Selain itu juga mengontrol penumpukan lemak di hati.

· ASMA

PUJIMIN Kapsul Albumin berfungsi untuk mengurangi pembengkakan karena dapat mengencerkan lendir, mengikat cairan dan mengobati luka yang ada pada saluran pernafasan.

· OTAK

PUJIMIN Kapsul Albumin membantu mengatur perbaikan jaringan organ otak yang rusak atau cedera serta untuk pasien pasca stroke/Parkinson.

· PERSENDIAN TULANG

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung Proline yang sangat untuk memicu berfungsinya sendi-sendi dan juga mengandung Lysin yang berfungsi membantu penyerapan Kalsium yang memadai dan mempermudah pembentukan Kolagen yang bisa membungkus tulang rawan dan jaringan penyambung tulang.

· GASTRITIS

PUJIMIN Kapsul Albumin mampu mempercepat proses penyembuhan luka lambung dengan cara meregenerasi sel sehingga membantu fungsi saluran pencernaan dan usus, agar dapat bekerja dengan baik.

· SAAT MASA KEMO TERAPI & RADIO TERAPI

PUJIMIN Kapsul Albumin mampu mengurangi dan mencegah efek-efek yang kurang baik dari kerja kemoterapi dan radioterapi seperti badan terasa lemas, lemah, kerusakan sel-sel tubuh, rambut rontok dan mual. Tanpa mengurangi fungsi kerja kemoterapi dan radioterapi itu sendiri.

· STROKE

PUJIMIN Kapsul Albumin bisa membantu bagi orang yang mengalami stroke yang beberapa bagian tubuh akan mengalami kelemahan fungsi, bahkan berakibat tidak berfungsinya beberapa bagian tubuh. PUJIMIN Kapsul Albumin membantu membuka pembuluh darah yang tersumbat dan memperbaiki jaringan organ tubuh yang penting untuk otot, otak dan sistem syaraf sehingga menguatkan sistem kekebalan tubuh serta menjadi anti radikal bebas.

· LUPUS

PUJIMIN Kapsul Albumin membentu meremajakan jaringan otot, otak dan sistem syaraf pusat serta membantu sistem kekebalan tubuh.

· AUTIS

PUJIMIN Kapsul Albumin dapat mengikat kandungan logam berat / timbale / mercury yang biasanya terdapat pada penderita Autis.

· PROSTAT

PUJIMIN Kapsul Albumin menjaga adanya Glycine bagi kaum laki-laki yang ternyata diketahui memegang peranan penting untuk menjaga fungsi-fungsi prostate agar tetap sehat.

· LUKA BAKAR –LUKA OPERASI

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung Cystine dan Asam Amino sehingga sangat baik untuk pemulihan luka baker, gangguan kulit, dan lekas menyembuhkan luka pasca operrasi atau pembedahan.

· USIA LANJUT (MANULA)

PUJIMIN Kapsul Albumin membantu proses penyerapan makanan dalam tubuh dan juga membantu regenerasi / memperbarui semua sel-sel atau jaringan tubuh yang mulai kurang berfungsi dengan baik karena lanjut usia.

· ANXIETAS / DEPRESI

PUJIMIN Kapsul Albumin mengandung Asam Amino Threonine dan Asam Amino Tyrosine membantu kelenjar Tiroid menghasilkan salah satu hormone untuk metabolisme kesehatan mental.
Petunjuk Pemakaian :

· Pada keadaan Hipoalbumin diberikan 3 x 2 kapsul/hari,

dan dilanjutkan dengan pemberian 3 x 1 kapsul/hari untuk mempertahankan kesehatan.

· Sebagai suplemen dapat mengonsumsi 1 x1 kapsul/hari. Untuk menjaga kesehatan tubuh agar selalu prima.

Penting : Tidak ada efek samping dan cocok untuk semua umur.

KEMASAN : Botol isi 30 kapsul.

PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN

Amat Penting Untuk Menjaga & Mengobati Kesehatan Tubuh

Albumin merupakan jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai kadar 60%. Manfaatnya untuk pembentukan jaringan sel baru. Didalam ilmu kedokteran , Albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan tubuh yang rusak. Albumin juga berperan mengikat obat-obatan serta logam berat yang tidak mudah larut dalam darah.

Albumin juga memiliki sejumlah fungsi, yaitu mengatur tekanan osmotic didalam darah. Albumin menjaga keberadaan air didalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah. Bila jumlah albumin turun maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (edema) misalnya bengkak dikedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam ronggga tubuh, misalnya diperut yang disebut ascites.

Fungsi lainnya adalah sebagai sarana pengangkut/transportasi, membawa bahan-bahan yang kurang larut dalam air melewati plasma darah dan cairan sel. Bahan-bahan itu seperti asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa jenis obat.

Albumin sangat bermanfaat dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru. Yang pembentukannya dibutuhkan pada saat pertumbuhan (bayi, kanak-kanak, remaja dan ibu hamil) dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh, misalnya sesudah operasi, luka baker dan saat sakit.

Menaikkan kadar albumin tidak perlu lagi harus mengkonsumsi ikan gabus/kutuk langsung. Sebab kini telah ditemukan SARI IKAN GABUS / KUTUK DALAM BENTUK KAPSUL yang diberi nama PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN. PUJIMIN dibuat dari sari ekstrak ikan gabus/kutuk asli tangkapan dari alam (masih hidup saat diproses) mengandung CHANNA ALBUMIN serta ASAM AMINO ESENSIAL LENGKAP yang amat penting bagi tubuh. PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN dibuat melalui penelitian para ahli dengan cara pembuatan yang higienis dan tanpa bahan kimia maupun pengawet.

Sejak dulu ikan kutuk/gabus terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan luka sehingga orang tua-tua kita menganjurkan untuk mengkonsumsi ikan gabus/kutuk sehabis operasi dan ibu-ibu sehabis melahirkan. Hal ini dikarenakan ikan kutuk/gabus mengandung protein tinggi (albumin) sehingga dapat dengan cepat menyembuhkan luka dengan cara meregenerasi sel. Orang tua-tua kita tahu buktinya saja mengkomsumsi ikan gabus dapat mempercepat penyembuhkan luka tapi tidak tahu apa yang terkandung dalam ikan gabus/kutuk.

Hampir semua pasien berkadar Albumin rendah yang diberi PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN, kadar Albuminnya naik lebih cepat daripada diberi Albumin lewat infus. Bahkan pasien yang kadar Albuminnya rendah dan diikuti komplikasi (penyakit seperti Stroke, Hepatitis, TBC, Patah Tulang, Nephrotic Syndrome, Diabetes, HIV, Tonsilitis, Thypus, Gastritis, Sepsis, Thalasemia Minor, dll) kondisinya bisa cepat lebih baik ketika diberi PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN. (*)

http://www.facebook.com/pujimin?ref=hl


PUJIMIN KAPSUL

28 Sep

“Di negara-negara berkembang di mana banyak orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, serum albumin akan menjadi pengganti yang sangat berguna untuk pasien infeksi HIV dan juga untuk pemantauan klinis respon terhadap terapi antiretroviral.”

D A R U W I J A Y A – N E T W O R K S

PUJIMIN NAIKKAN KADAR ALBUMIN

20 Aug

PUJIMIN NAIKKAN KADAR ALBUMIN

Cocok di konsumsi Penderita Ginjal, TBC dan HIV/AIDS.
Jarang orang tahu kalau ikan gabus yang baunya sangat amis, merupakan penghasil albumin yang dibutuhkan tubuh. Manfaat lainnya untuk kesehatan perlu diketahui.Ikan gabus atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Channa Striata merupakan sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. TAk sedikit pula ynag hidupnya di rawa-rawa. Rupanya memang jelek. Baunya yang amis. Ini yang membuat tidak semua orang menyukainya. Padahal, dari segi rasa, ikan ini sangatlah lezat jika di konsumsi. Tak sulit untuk memperoleh ikan ini, karena mudah ditemukan di pasar-pasar tradisonal, bahkan pasar-psar modern.
Guru besar gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, mengatakan, belum banyak orang yang menjadikan ikan gabus sebagai lauk favorit. Padahal, ikan gabus juga memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan.
Sejak tahun 1994, kami melakukan penelitian tentang manfaat dan kandungan albumin dalam ikan gabus. Ternyata manfaatnya sangat tinggi, membuat ikan gabus dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan beragam penyakit. Kata Nurpudji saat ditemui di Pusat Kajian Penelitian (PKP) Unhas.
Nurpudji bersama rekan-rekannya di Universitas Hasanuddin berhasil membuktikan kandungan albumin didalam ikan gabus itu. “Ide penelitian ikan gabus ini berawal dari kebiasaan masyarakat Sulawesi Selatan di beberapa daerah yang selalu memberikan menu ikan gabus jika ada yang sakit. Katanya, ada manfaat namun tidak bias membuktikan secara ilmiah”.
Ia pun bersama rekan-rekannya melakukan uji coba dengan memberikan masakn ikan gabus kepada pasien di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar. Setlah pasien mengonsumsi ikan gabus, efeknya meningkat luar biasa. Kadar albumin pasien meningkat lebih cepat. Akan tetapi membuat pihak rumah sakit merasa kesulitan karena penyediaannya yang rumit, harus dibuat dalam bentuk bubuk dulu.
Selain alas an penyajiannya yang rumit, komposisinya juga tidak pas. Akhirnya, Kepala Bagian Gizi Fak. Kedokteran ini bersama rekan-rekannya mengakali dengan membuat ekstrak ikan gabus dalam bentuk cairan yang nantinya dimasukkan melalui pipa saluran makanan. “Ya,memang cara ini berhasil meningkatkan kadar albumin, akan tetapi banyak pasien yang tetap menolak karena baunya yang amis, sehingga membuat mereka mual dan ingin muntah. Lagi – lagi, kami juga merasa ini belum efektif.
Nurpudji dan rekan – rekannya terus melakukan penelitian tentang cara efektif yang harus diambil. Akhirnya dia dan rekan – rekannya menemukan cara yang dianggap jauh lebih efektif. Ikan gabus dibuat ekstrak dalam bentuk tubuh lalu dimasukkan ke dalam kapsul. Hasil penelitian yang dilakukan sejak Tahun 1994 itu, lalu didaftarkan permohonan patennya dengan nomor P00200600144, berjudul produk konsentrat protein ikan gabus, Deparremen Kehakiman mengumumkan pada 8 Maret 2007 dengan nomor publikasi 047.137.A.
Nurpudji mengaku cara ini sudah terbukti. Pemberian kapsul kepada pasien jauh lebih mudah. Tak ada yang menolak karena seperti layaknya minum obat biasa. Juga, tak perlu repot memasak dan tak perlu takut dosisnya kurang.
Ia menambahkan bahwa kapsul memudahkan masyarakat yang sakit dan kurang mampu. “ Selain untuk menyembuhkan penyakit, kami berusaha memberikan pelayanan yang murah kepada masyarakat yang kurang mampu dengan kualitas yang baik.
Ia berharap dengan hadirnya kapsul itu bisa menolong dan membantu pasien. Kapsul ekstrak ikan gabus pun dikirim ke berbagai posyandu, puskesmas, dan rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia. Selain untuk membantu pasien yang tak mampu, juga dalam rangka meyakinkan para dokter bahwa kapsul tersebut memang benar – benar dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Terbukti, pasien dengan luka habis yang besar, dan TBC, bisa sembuh lebih cepat.
Berkisar 10 sampai 14 hari kadar albumin bisa naik 0,6 sampai 0,8. Untuk penderita HIV/AIDS, bahkan kadar albuminnya juga bisa naik sehingga berat badan si penderita naik perlahan – lahan.

KAPSUL, ALTERNATIF PENGOBATAN MURAH

Kapsul ekstrak ikan gabus yang diberi merek pujimin, bisa dijadikan alternative pengobatan yang sangat murah. Bayangkan, anak yang berkadar albumin rendah harus diberi infus berharga Rp. 1,4 juta per botol. Minimal pemberian adalah 3 botol. Jika dikalikan, maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp. 4,2 juta.
Bila kebutuhan infuse lebih banyak, tentu biaya yanga dikeluarkan pun jauh lebih besar. Tak heran bila banyak orangtua dari kalangan tak mampu sering mengeluhkan besarnya biaya pengobatan.
“Saya tidak tega melihat Ibu yang memiliki anak gizi buruk, namun tak bisa berbuat apa-apa”, kata Guru besar gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Hasanuddin Nurpudji A. Taslim.
Nah, dengan kapsul albumin dari ikan gabus berharga Rp. 3.000 per biji, bila pemberiannya dua kapsul sekali minum sehari 3 kali selama 10 hari, maka total biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp. 180.000,00 (SERATUS DELAPAN PULUH RIBU RUPIAH)
Tentu biaya ini jauh lebih terjangkau, sementara kemampuan menaikkan kadar albuminnnya pun sama. Terbukti, dari penelitian yang dilakukan Nurpudji, pemberian kapsul dapat meningkatkan berat badan anak 1 kg setiap bulan.
Keresahan Nurpudji terhadap banyaknya kasus gizi buruk pada anak, akhirnya bisa terobati. Sebab kini mereka tak perlu membayar mahal bila ingin memperbaiki masalah gizi anak. Mereka bisa menggunakan kapsul atau biscuit albumin ikan gabus. Atau, mereka bisa memberikan lauk ikan gabus pada anak – anak mereka.

PENTING UNTUK KECERDASAN ANAK

Albumin merupakan bagian dari protein yang sangat penting untuk tubuh. Guru besar gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Nurpudji A. Taslim, mengatakan, tubuh kita terdiri atas 60 persen plasa albumin. Albumin berada di dalam darah dan berfungsi mengatur keseimbangan air dalam sel, memberikan gizi pada sel, dan mengeluarkan produk buangan. Selain itu, albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan dalam tubuh.
Bila kadar albumin rendah, maka protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel, menjadi tidak maksimal. Pada anak yang kekurangan albumin pun, seperti penderita TBC, maka obat yang diminum daya kerjanya kurang maksimal.
Khusus anak yang sedang berada di fase golden age (1 – 5 tahun), kekurangan albumin sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin , pertumbuhan sel di otak akan semakin sedikit. Sel yang sedikit membuat anak tak tumbuh lebih cerdas.
Kadar albumin normal dalam tubuh antara 3,5 – 4,5. Bila kurang dari 2,2 menunjukkan masalah pada tubuh. “Umumnya, masalah gizi, karena zat gizi yang dibawa dalam darah sangat kurang sehingga tak bisa member gizi pada sel. Hal ini akan mempengaruhi kesehatan anak. Bisa saja anak kekurangan gizi ini pun berdampak terhadap daya kekebalan tubuh yang sangat rendah sehingga anak mudah sakit. Anak yang menderita penyakit tertentu, semisal TBC, akan lebih lama disembuhkan”, katanya.
Sebenarnya, tubuh memiliki cadangan albumin yang bisa digunakan bila asupan albumin sangat kurang. Letaknya berada di dalam otot. Namun, bila albumin cadangan ini diambil terus – menerus, anak akan mengalami gangguan berat badan. Ia terlihat sangat kurus dan tubuh tidak bugar. Tak heran bila anak yang sangat kurus diindikasikan kekurangan albumin di dalam tubuhnya.
Berbeda bila kadar albumin di dalam tubuh mencukupi, selain daya tahan tubuh meningkat, proses penyembuhan dari penyakit pun lebih cepat. Bila pun kelebihan biasanya disimpan di jaringan lemak dan tak akan membahayakan anak. “Tapi anak yang mengalami kelebihan albumin jarang sekali ditemukan. Ia juga melakukan penelitian terhadap dua anak dengan gizi buruk yang sedang dalam pengobatan. Anak pertama diberikan biscuit yang tak mengandung albumin, sedangkan anak kedua diberikan biscuit yang mengandung albumin. Hasilnya, anak yang diberikan biscuit dengan kandungan albumin ikan gabus, berat badannya naik lebih cepat bertambah.

ALBUMIN

17 Jul

Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh. Ia dibuat oleh hati. Karena itu albumin juga dipakai sebagai tes pembantu dalam penilaian fungsi ginjal dan saluran cerna.

Kalau Anda sulit membayangkan rupa albumin, bayangkanlah putih telur. Berat molekulnya bervariasi tergantung spesiesnya—terdiri dari 584 asam amino. Golongan protein ini paling banyak dijumpai pada telur (albumin telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin). Berat molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000, dalam daging mamalia 63.000.

Albumin memiliki sejumlah fungsi. Pertama, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolisme—asam lemak bebas dan bilirubuin—dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi. Fungsi kedua yakni memberi tekanan osmotik di dalam kapiler.

Albumen bermanfaat dalam pembentukan jaringan sel baru. Karena itu di dalam ilmu kedokteran, albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi, pembedahan, atau luka bakar. Faedah lainnya albumin bisa menghindari timbulnya sembab paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.

Pendeknya, albumin memiliki aplikasi dan kegunaan yang luas dalam makanan atau pangan serta produk farmasi. Dalam produk industri pangan albumin, antara lain, berguna dalam pembuatan es krim, bubur manula, permen, roti, dan podeng bubuk.

Sedangkan dalam produk farmasi, antara lain, dimanfaatkan untuk pengocokan (whipping), ketegangan, atau penenang dan sebagai emulsifier. Kadar albumin yang rendah dapat dijumpai pada orang yang menderita: penyakit hati kronik, ginjal, saluran cerna kronik, infeksi tertentu.

Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Manfaatnya untuk pembentukan jaringan sel baru. Di dalam ilmu kedokteran, albumin ini dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi atau pembedahan.

Pada masa krisis saat ini, impor serum albumin yang dimanfaatkan sering membebani biaya pasien. Untuk satu kali pembedahan, penggunaan serum ini bisa mencapai tiga kali 10 mililiter itu.

Pada penelitian Eddy, ternyata di dalam ikan gabus atau dikenal secara lokal sebagai ikan kutuk ini, terdapat albumin pula. Dan, ini tidak terdapat pada jenis ikan konsumsi lainnya, seperti ikan lele, nila, mas, gurami, dan sebagainya.

“Masyarakat sampai sekarang sangat sedikit yang mengenal manfaat ikan gabus ini. Padahal, ikan gabus ini masih mudah ditemukan,” kata Eddy.

Salah satu lokasi yang banyak ditemukan jenis ikan gabus, di antaranya di Bendungan Sengguruh atau bendungan lainnya. Masyarakat setempat yang berpencaharian mencari ikan sering memperoleh jenis ikan gabus ini. Tetapi, hasilnya masih jarang digunakan untuk menunjang kegiatan medis, terutama bertujuan untuk menggantikan serum albumin yang mahal itu.

Tingkat albumin dalam air seni yang lebih tinggi pada Odha kaitannya dengan risiko penyakit jantung dan ginjal
Oleh: Michael Carter, aidsmap.com Tgl. laporan: 4 Mei 2007

Orang HIV-positif berisiko lebih tinggi secara bermakna terhadap adanya sejumlah kecil protein dalam air seni yang menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap penyakit jantung dan ginjal, berdasarkan tulisan para peneliti Amerika dalam jurnal AIDS edisi 11 Mei 2007.

Para peneliti membandingkan mikroalbuminuria – keberadaan sejumlah kecil protein albumin dalam air seni, tanda adanya penyakit ginjal dan jantung – dalam kelompok pasien HIV-positif dan pasangan HIV-negatif yang seusia dalam kelompok kontrol. Penelitian ini menemukan bahwa prevalensi mikroalbuminuria tinggi adalah lebih tinggi secara bermakna pada pasien HIV-positif. Keberadaan mikroalbuminuria pada pasien HIV-positif secara bermakna dihubungkan dengan faktor risiko umum terhadap penyakit jantung serta juga faktor lain terkait HIV, yang paling menonjol sistem kekebalan yang lemah.

Penyakit ginjal, melibatkan gejala seperti protein dalam air seni atau peningkatan pengeluaran kreatinin, selama ini sudah sangat diketahui sebagai komplikasi penyakit HIV. Penelitian yang dilakukan sebelum terapi anti-HIV yang manjur tersedia memberi kesan bahwa antara 19-34% orang HIV-positif mempunyai tingkat albumin dalam air seni yang lebih tinggi.

Para peneliti tertarik pada pengamatan ini karena mikroalbuminuria dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada masyarakat umum. Karena ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa ART dapat meningkatan risiko penyakit jantung, maka para peneliti berharap untuk menentukan apakah mikroalbuminuria lebih sering muncul pada pasien HIV-positif dibandingkan pasangan HIV-negatif yang seusia dalam kelompok kontrol. Para peneliti juga berharap untuk melihat apakah ada faktor lain memprediksi peningkatan mikroalbuminuria pada pasien HIV-positif.

Populasi yang diamati terdiri dari orang yang mendaftar pada kelompok penelitian lintas sektoral Study of Fat Redistribution and Metabolic Change in HIV Infection (FRAM). Populasi kontrol terdiri dari sampel laki-laki dan perempuan Amerika yang berkulit putih dan yang keturunan Afrika berbasis populasi. yang dilibatkan dalam penelitian CARDIA.

Kepekatan albumin dan kreatinin diukur dari tes air seni langsung, dan para peneliti menghitung rasio albumin terhadap kreatinin (ACR), dengan ACR di atas 30mg/g didefinisikan sebagai mikroalbuminuria. Data risiko terhadap penyakit jantung juga dikumpulkan, termasuk tekanan darah, tingkat insulin dan glukosa, riwayat penyakit jantung dalam keluarga dan merokok. Untuk pasien HIV-positif, para peneliti mengambil informasi tentang jumlah CD4 dan viral load.

Mikroalbuminuria ditemukan pada 11% pasien HIV-positif dan 2% kelompok kontrol, perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Perbedaan ini tetap bermakna walapun para peneliti menyesuaikannya dengan prediktor mikroalbuminuria yang umum (p = 0,0008).

Prediktor mikroalbuminuria pada pasien HIV-positif yang bermakna adalah usia yang lebih tua (p = 0,02), dan ras Amerika keturunan Afrika (p = 0,001). Berbagai faktor terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung juga sangat dikaitkan dengan mikroalbuminuria pada pasien HIV. Ini adalah tekanan darah sistolik yang lebih tinggi (p = 0,01), riwayat hipertensi dalam keluarga (p = 0,03), dan glukosa dalam air seni (p = 0,002). Akan tetapi merokok tidak dikaitkan secara bermakna terhadap mikroalbuminuria.

Faktor terkait HIV yang secara specifik dikaitkan dengan mikroalbuminuria adalah jumlah CD4 cell di bawah 200 (p = 0,05), viral load pada saat penelitian (p = 0,05), dan pengobatan dengan NNRTI (p < 0,05).

“Analisis ini menunjukkan bahwa infeksi HIV adalah faktor risiko yang kuat terhadap kejadian mikroalbuminuria, tidak terkait faktor risiko terhadap penyakit ginjal”, para peneliti menulis.

Keberadaan tanda penyakit ginjal dan jantung pada pasien HIV-positif dengan mikroalbuminuria, mungkin karena peningkatan risiko penyakit jantung akibat komplikasi metabolisme akibat beberapa jenis antiretroviral.

Para peneliti menyimpulkan, “prevalensi tinggi terhadap mikroalbuminuria pada orang HIV dapat menjadi pertanda peningkatan risiko penyakit ginjal dan jantung di masa yang akan datang. Penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang menentukan makna prognostik mikroalbuminuria pada orang yang terinfeksi HIV.”

Ringkasan: Levels of albumin in urine higher in people with HIV, association with risk of heart and kidney disease

Sumber: Szczech LA et al. Microalbuminuria in HIV infection. AIDS 21: 1003 – 1009, 2007.

 

Serum albumin
The most well-known type of albumin is the serum albumin in the blood.

Serum albumin is the most abundant blood plasma protein and is produced in the liver and forms a large proportion of all plasma protein. The human version is human serum albumin, and it normally constitutes about 60% of human plasma protein; all other proteins present in blood plasma are referred to collectively as globulins.

Serum albumins are important in regulating blood volume by maintaining the osmotic pressure of the blood compartment. They also serve as carriers for molecules of low water solubility, including lipid soluble hormones, bile salts, bilirubin, free fatty acids (apoprotein), calcium, iron (transferrin), and some drugs. Competition between drugs for albumin binding sites may cause drug interaction by increasing the free fraction of one of the drugs, thereby affecting potency.

Specific types include:

human serum albumin
bovine serum albumin (cattle serum albumin) or BSA, often used in medical and molecular biology labs.
Low albumin (hypoalbuminaemia) may be caused by liver disease, nephrotic syndrome, burns, protein-losing enteropathy, malabsorption, malnutrition, late pregnancy, artefact, posture, genetic variations and malignancy.

High albumin is almost always caused by dehydration. In some cases of retinol (Vitamin A) deficiency the albumin level can become raised to borderline High-normal values. This is because retinol causes cells to swell with water (this is also the reason too much Vitamin A is toxic)

Normal range of human serum albumin in adults (> 3 y.o.) is 3.5 to 5 g/dL. For children less than three years of age, the normal range is broader, 2.5-5.5 g/dL

manggala yudha ~ 2011

PUJIMIN KAPSUL

7 Jul
pujimin

pujimin

PUJIMIN KAPSUL ALBUMIN

 

Ikan Kutuk Pemacu Albumin

Ikan gabus atau ikan kutuk (lokal) akhir-akhir ini mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya untuk bidang kesehatan. Sebab, ikan kutuk merupakan salah satu bahan pangan alternatif sumber albumin bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan luka. Baik luka pascaoperasi maupun luka bakar. Bahkan, di daerah pedesaan, anak laki-laki pasca dikhitan selalu dianjurkan mengonsumsi ikan jenis itu agar penyembuhan lebih cepat. Caranya, daging ikan kutuk dikukus atau di-steam, sehingga memperoleh filtrate, yang dijadikan menu ekstra bagi penderita hipoalbumin dan luka. Pemberian menu ekstrak filtrat ikan kutuk tersebut berkorelasi positif dengan peningkatan kadar albumin plasma dan penyembuhan luka pascaoperasi. Fenomena ikan kutuk tersebut pernah diangkat dalam satu penelitian khusus oleh Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS, guru besar ilmu biokimia ikan Fakultas Perikanan Unibraw pada 2003. Dalam penelitian berjudul Albumin Ikan Gabus (Ophiochepalus striatus) sebagai Makanan Fungsional Mengatasi Permasalahan Gizi Masa Depan, Eddy mengupas habis tentang potensi ikan gabus. “Dilihat dari kandungan asam aminonya, ikan gabus memiliki struktur yang lebih lengkap dibandingkan jenis ikan lain (lihat grafis, Red),” katanya kepada Radar Malang (Grup Jawa Pos) kemarin (19/9). Sayangnya, kata dia, selama ini masyarakat masih memiliki kesan bahwa makan ikan kutuk sama halnya memakan ular. Memang, penampilan ikan kutuk mirip ular. Padahal, ikan kutuk adalah ikan air tawar yang bersifat karnivora. Makanannya adalah cacing, katak, anak-anak ikan, udang, insekta, dan ketam. Ciri fisiknya, memiliki tubuh sedikit bulat, panjang, bagian punggung cembung, perut rata, dan kepala pipih, sehingga lebih mirip ular. Bagian punggung berwarna hijau kehitaman dan bagian perut putih atau krem. “Ikan kutuk bisa mencapai panjang 90-110 cm. Karena itu, tiga ekor saja bisa mencapai berat 2 kg,” ungkapnya. Eddy menjelaskan, ikan kutuk banyak ditemui di sungai, rawa, air payau berkadar garam rendah, bahkan mampu hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan jenis itu banyak dijumpai di perairan umum Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Flores, dan Ambon. Hanya, nama ikan gabus di masing-masing daerah berbeda. “Di Jawa, selain disebut kutuk, dikenal dengan ikan tomang,” kata pembantu dekan II Faperik Unibraw tersebut. Lantas, bagaimana teknis ikan gabus berperan dalam penambahan albumin Dalam tubuh manusia, albumin (salah satu fraksi protein) disintesis oleh hati kira-kira 100-200 mikrogram/g jaringan hati setiap hari. Albumin didistribusikan secara vaskuler dalam plasma dan secara ekstravaskuler dalam kulit, otot, serta beberapa jaringan lain. “Sintesis albumin dalam sel hati dipengaruhi faktor nutrisi. Terutama, asam amino, hormon, dan adanya satu penyakit,” tegasnya. Gangguan sintesis albumin, kata Eddy, biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal, serta kekurangan gizi. Sebenarnya, daging ikan gabus tidak hanya menjadi sumber protein, tapi juga sumber mineral lain. Di antaranya, zinc (seng) dan trace element lain yang diperlukan tubuh. Hasil studi Eddy pernah diujicobakan di instalasi gizi serta bagian bedah RSU dr Saiful Anwar Malang. Uji coba tersebut dilakukan pada pasien pascaoperasi dengan kadar albumin rendah (1,8 g/dl). “Dengan perlakuan 2 kg ikan kutuk masak per hari, telah meningkatkan kadar albumin darah pasien menjadi normal (3,5-5,5 g/dl),” ujarnya.

depok

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.